Skip to main content

Visiting The Infamous Marapi Peak :D

Ok, Marapi is sebuah gunung merapi aktif di Sumatera barat. So it's called "Gunuang Marapi". Klw sekarang sih statusnya lagi gak bahaya, masih bisa dikunjungi. Tapi para guide menyarankan untuk mendaki Marapi diluar satu bulan menjelang Ramadhan. Just like what we did. Exactly 1 month before Ramadhan coming. Kami berangkat tanggal 8 Juli 2013. Mulai mendaki jam 11 malam. Entah sial entah rahmat, sepanjang perjalanan kami menuju puncak hujan terus mengguyur. Memang gak terlalu deras, tapi lumayanlah bikin jalan licin dan becek. Lumayan nyebelin.. Tapi nanti di akhir cerita barulah saia nyadar dan berpikir ulang, bahwa itu hujan benar2 rahmat atau pertanda(?).
3 km pertama sih masih dengan semangat 45. Tapi setelah itu, beuuh...badan udah rasa mau patah dan.... pengen pulaaaaaaaaaaaanng. Di atas kepala mulai menari2 bayangan hangatnya tempat tidur, plus secangkir teh panas. OMG. Bayangin aja. Dingin plus hujan, tanjakan yang gak ada habis2nya, jalan becek, teamwork yang belum terlalu kompak (yah..namanya juga berangkat dadakan. Jadi ceritanya saia dan dua orang teman, Ainun dan Fenna, nebeng dengan rombongan yang udah punya planning buat berangkat dari jauh hari. Bukannya gak saling kenal, tapi mungkin belum sehati aja. hahahaa.. Nah, kita ber-3 inilah yang nebeng dadakan ceritanya. Tapi dari sini saia belajar, kalau mau mendaki atau melakukan perjalanan sejenis itu, hendaklah dilakukan dengan orang-orang yang seide, se-joke, dan seumuran. Preeet... Jadi sepanjang perjalanan kita bisa enjoy sehingga perjalanan gak terasa lama dan membosankan.), plus tas ransel yang semakin bertambah berat seiring derasnya hujan... Asiik. -_-'
Tujuan kita malam itu gak langsung puncak, tapi menuju cadas dulu buat bikin tenda, ngisi perut, dan istirahat sejenak. Target nyampe cadas sih jam 5 shubuh. Tapi berhubung anggota rombongan kami malam itu banyak yang perdana mendaki, maka target molor 2 jam menjadi jam 7 pagi. Itu pun blum nyampe cadas. Tapi masih dibawah cadas sedikit. Saia sih untung lagi libur shalat, tapi tmn2 yang lain, yah...gmn lagi, shalat shubuhnya jadi telat deh. :-(
Sampai di titik ini, saia udah memutuskan kalau saia gak bisa nyampe puncak. Udah gak sangguuup.. T_T. Lagipula saia juga mempertimbangkan kalau seandainya saia paksakan ntar malah hanya memperlambat laju perjalanan rombongan. Saia tanya Ainun dia pun berpikiran sama. Kepalanya udah mau pecah katanya (Secara malam sebelumnya dia tidur jam 3 pagi, plus aslinya orangnya gak tahan dingin.. brr..). So it turns out yang tinggal di tenda dan gak lanjut mendaki jadi 3 orang plus saia plus lagi satu orang guide buat ngejagain.
Tapiiiiii.... ternyata saia akhirnya berubah pikiran! Bayangan berfoto2 dipuncak + kata2 berapi2 dari Fenna,

"Agu (Kamu) mau, semua capek2 agu semalaman cuma kebayar sampai disini?. Dikit lagi caa.."
"Tapi nanti kalau dipaksain malah bikin susah yang lain."
"Ya kita gak usah buru2..Pelan aj.. Slow tapi nyampe. Toh mereka juga gak bakalan bisa terlalu cepat, kan mereka juga capek.."

".............., Iya deh. Rugi juga kamera si Ainun gak jadi dipake sampai puncak."

Buset dah. Udah kayak syuting 5cm aja kita.. hahahaha..


Yang pasti apa yang dibilang si Fenna lumayan nancep juga di kepala saia. Walhasil berangkatlah kami beserta yang lain menuju puncak. Dan memang, kita ber-2 ketinggalan di belakang.. :P
Tapi hasilnya...

Ini namanya di puncak Abel.. Yang dibelakang saia di kejauhan itu, Gunung Singgalang dan Gunung Tandikek.
WOHOOOO... Akhirnya!! :D.
Yaah..walaupun cuma sampai puncak Abel, tapi lumayanlah.. Puncak Abel apaan?? oo..iya, Puncak Abel itu salah satu puncak marapi. Jadi marapi punya 3 puncak yaitu, puncak Abel, puncak Mandala, dan puncak Merpati. Selain tiga puncak itu juga terdapat kawah dan taman Edelweis..

So, knpa hujan sepanjang malam itu pertanda rahmat..? *caelah..
Nah, keesokan harinya itu kita nyampe di 'daratan' udah sore, hari Minggu tanggal 9 Juni 2013 jam 17.30. Keadaan masih aman terkendali. Walaupun pas turun gunung kabutnya udah mulai rada tebal (berasa di negeri dongeng gimanaaa.. gitu. *Halah! ⌐,⌐"). Sesampainya di rumah, langsung bersih2, mandi, dan molor (+ ngorok(?)) untuk persiapan tenaga besok pagi. Karena bapak kepala HRD sangat tidak rela memberikan kami ijin 2 hari untuk istirahat. So, sesakit dan sesekarat2 apapun wajah kami tetap harus nongol di kantor. Alhasil, jadilah kami seperti nenek2 yang terperangkap di tubuh anak muda. Jalannya lambat, kalau naik turun tangga wuidiih..lebih parah dari nenek2 kayaknya, kalau di jalan ada turunan dikit aja, mak jaaang..bener2 harus memperlambat langkah. Jangan ditanya kalau hendak jongkok dikamar mandi (tau ajalah mau ngapain, gak usah diperjelas -,-"), TIDAAAK..bener2 serasa dunia mau kiamat. Engsel lutut serasa mau lepas, betis serasa dihimpit tronton, belum lagi ukuran W to the C nya yang emang kecil banget. Mampus gilaa..

Tapi tentu bukan itu pertanda rahmat yang saia maksud..
Jadi apaan sih? Nah, begini ceritanya. Yah..sebenarnya gak panjang-panjang amat sih. Cuma sekedar kesimpulan ngaco singkat aja. So kita balik kerja besok paginya, Senin tanggal 10 Juni.
Luar biasanya adalah, mulai dari pagi, sebelum berangkat ngantor, cuaca udah mendung berat. Berangkat kerja, gerimis hebat. Nyampe kantor, hujan badai, mendung berat kuadrat, pintu kantor ampe kebanting, dijamin yang lagi dijalan payungnya kebalik, dan saia mesti nunda lapar karna belum sarapan oleh sebab-sebab tersebut di atas. -_-"
Dan cuaca seperti ini berlangsung nyaris selama sisa bulan Juni.
So, bayangkan kalau kami menunda waktu keberangkatan sehari aja. WUaah..! Bisa kuacau. Dengan keadaan tim dan badan seperti yang sudah ceritakan di atas. Gak jamin saia kita bisa selamat turun gunung. Subhanallah banget dah.
Trus hubungannya sama hujan apaan? Ntahlah. Silakan cari benang merahnya sendiri. hahahaha. *mulai ngaco

Comments

Popular posts from this blog

grad day has done...

Scenic Views from Alaska So, yah...here it is... The Day After the Graduation day.. Mau ngapain?? what u gonna do next? well, sebenarnya gak harus nunggu wisuda buat nentuin kamu bakal jadi apa..sebelum wisuda, atau bahkan ketika masih kuliah pun, jika kamu mau, juga bisa kok.. but it-is-me..manusia penunda waktu..tabiaat yyang sangaaat...buruk..dan susah untuk dihilangkan. Didalam pikiran saia, mesti wisuda dulu biar jelas ntar mau kerja dimana. gitu..gila kan?? :( Maka ketika hari itu udah datang, baru deh bingung mikirin masa depan.. Mau kerja dimana? mau kerja kantoran atau outdoor? mau wirausaha atau jadi pegawai aja? mau ditempat favorit atau tergantung nasib? mau di ruangan ber AC atau ber "AC" (Angin Cepat alias kipas angin atau angin alami)? Mau gaji besar atau standar?? well, its up to me actually.. Tapi tentu saja, rasanya sekarang saia tidak dalam posisi bisa memilih.. (Walaupun para motivator akan selalu berkata yg sebaliknya.. -_-) Ta...

these words...

hmm...mumpung masih dalam suasana "falling", saia mau ngepost kata2 indah yg satu ini. Dapetnya dari a freind of mine named Mbak Nani..Great words.. " Bila belum siap melangkah lebih 'jauh' dengan seseorang, cukup cintai ia dlm diam,, Jika memang cinta dalam diammu itu tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata, biarkan ia tetap diam,, jika dia memang bukan milikmu, Allah(melalui waktu) akan menghapus cinta dalam diammu itu dengan memberi rasa yg lebih indah dan orang yang tepat,, biarkan cinta dalam diammu itu menjadi memori tersendiri pada sudut hatimu, menjadi rahasia antara kau dengan Sang Pemilik hatimu.. " bagaimana? indah kan? yah..kata2 yang mampu mengingatkan ku kembali bahwa hati ini hanya milikNya..bahwa aku telah terlalu egois menyandingkan Dia dengan dia..bahwa Dia Maha Pencemburu.. mungkin aku memang belum terlalu sempurna mempersembahkan hati ini hanya untukMu ya Rabb..Mohon Ampuni hamba..Engkau tahu hamba selalu berusah...

hahahha...funny kitty... :)