Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2013

Ntah!

Sepi menggila Rasa berdosa tak kunjung pergi Sakit hati tak bisa padam Kumohon enyahlah! rasa tak berguna Entah kapan puas ada Haru biru tidak membantu Air mata cuma rongsokan, yang diundang lagu mengiba Ujung dunia masih jauh Sedang diri masih terpaku

Bagaimana..?

Nah..alhamdulillah sequel (?) nya sudah jadi. Bagaimana? bagaimana? hohoho.. Yah.., memang masih banyak kurangnya. Secara saia masih amatiran. Jadi, sequel ini memang saia buat berdasarkan novelnya. Namun ada beberapa hal yang mengikuti film, seperti: 1. Noni sama Eko ceritanya disini udah nikah. Kenapa? Karena saia sukanya emang seperti itu. Lebih asik.. 2. Kalau di novel, Kugy kan manggil nama aja ke Karel. Nah, saia emang lebih suka seperti di film. Kugy nya manggil 'Kak Karel'. Lebih berasa ramah gitu di telinga.. 3. Kugy nya kok manggil 'Nus'? Nah.. kalau untuk yang satu ini saia emg lebih suka versi film. Rasanya Neptunus nya lebih hidup. 4. Keenan nya kok rame banget pas ketemu Eko? Gak kayak Keenan, gitu. Well, once again it's basically based on the novel. Kalau di novel Keenan nya emang lebih rame daripada yang di film. Kalau di filmnya kan lebih banyak menonjolkan sisi introvertnya Keenan.. begitu.. So, seperti itulah kira-kira catatan kecilnya...

Cerita yang tersisa itu ada.. (3)

Jakarta, Juli 2003… Sudah hampir tiga minggu Kugy menumpang di rumah Karel. Tapi kali ini tidak menjadi parasit. Berhubung dia sendiri sudah tak bekerja lagi, dan masih terasa berat baginya untuk kembali menulis dongeng, Kugy memutuskan untuk membantu pekerjaan Karel. Karel sering membawa sisa pekerjaannya ke rumah. Untung bagi Karel yang mendapatkan tenaga ekstra yang tak terduga. “ Weekend depan kamu mau ikut gak?” Karel mendadak bertanya padanya. Mereka sedang duduk di meja makan, gotong rotong menyelesaikan ketikan untuk bahan pekerjaan Karel. “Ikut ke mana?” tanyanya heran. “ Weekend depan kan liburnya agak panjang tuh, harpitnas.. Nah, kantorku ada rencana liburan ke Bandung. Kali aja kamu mau ikut, nyegarin pikiran.” Karel menjawab dengan nada mengiming-imingi. “Emang boleh?” Kugy sangsi. Secara itu liburan kantor. “Ya boleh.., liburannya kan kayak liburan keluarga gitu.” Wajah Kugy langsung sumringah. Mengiyakan dengan semangat. Tapi kemudian tiba-tiba dia ...

Cerita yang tersisa itu ada.. (2)

Jakarta, Juni 2003… Eko sedang berleha-leha menikmati udara malam di kursi santai di teras rumahnya. Perutnya kekenyangan usai menyantap makan malam lezat bikinan Noni, istrinya. Ditemani secangkir kopi dan setoples kripik pisang, koran ditangannya sudah hampir habis ia baca. Oh ya, tentu saja perutnya masih mau diajak kerjasama untuk diisi. “Non, temenin duduk di luar ngapa?” Teriaknya memanggil Noni. Dari tadi ia sudah bosan ditemani koran yang beritanya itu-itu melulu. “Iya.. bentar.. Ini lagi ada telfon dari si Kugy” Balas Noni dari dalam rumah. “Wah..! Tumben malam-malam. Kena setan apa tu anak? Gak tau apa kita lagi honeymoon ..?” Eko mencerocos sendiri dari teras luar. Di dalam rumah, Noni tidak lagi manyahuti. Karena suara Kugy di seberang telfon sudah diiringi isak tangis yang sangat dahsyat. Dan Noni hanya diam menunggu Kugy selesai bercerita. Eko sedang menyeruput sisa kopinya ketika Noni menyusulnya duduk di teras. Wajahnya kelam. “Kenapa, yang?” Eko kehe...